Yang Sedari Dulu Ingi Kukisahkan . . . . .
Kisah yang Dapat Merubah . . . . .
Pandangan Dunia Terhadapku.
Ketika Kisah itu Ingin Ku Tulis di Atas Kertas . . . . .
Kertas Seolah Berkata . . . . .
"Kau Tak Dapat Menuliskan Kisahmu di Atasku."
Kemudian Kucoba Kuukir Kisahku di Atas Daun . . . . .
Daun pun Bereaksi yang Sama Dengan Kertas . . . . .
Ia Seolah tak Mau Kisahku Ku Ukir di Atasnya . . . . .
Lalu Kucoba Kuukir di Atas Batu . . . . .
Reaksi yang Sama Kudapatkan dari Batu . . . . .
Ia pun Seolah Kisahku Kuukir di Atasnya . . . . .
Aku Bertanya pada Diriku . . . . .
Akankah Kisahku Dapat Terkisahkan ? ? ? ? ?
Ketika Harapanku Mulai Sirna . . . . .
Sang Waktu Kemudian berkata Padaku . . . . .
"Aku yang Akan Mengisahkan Kisahmu."
"Kisah yang Akan Kuceritakan pada Setiap Orang yang Kutemui."
"Agar Semua Orang Tahu Tentang Dirimu."
"Hingga Tiada Seorangpun yang Beranggapan Salah Tentang Dirimu."
Ketika Kutanya Mengapa Sang Waktu Mau Mengukir Kisahku . . . . .
Seketika Ia Menjawab . . . . .
"Karena Akulah Sang Waktu."
"Yang Akan Merubah Segalanya."
"Yang Akan Menjawab Pertanyaan Yang Belum Terjawabkan."
"Yang Akan Mengungkap Misteri Yang Belum Terungkap."