Jika kamu.... Jika kamu memancing ikan....
Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu....
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja....
Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin
ia akan menderita selagi ia masih hidup.
Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang...
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya....
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja....
Karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat
melupakan segalanya selagi dia mengingatmu. ...
Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap
pada takungannya dan janganlah
menganggap ia begitu teguh.... cukuplah sekadar keperluanmu. ...
Apabila sekali ia retak.... tentu sukar untuk kamu menambalnya
semula....Akhirnya ia dibuang ....
Sedangkan jika kamu coba membaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan
lagi....
Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya....
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu
istimewa....
Anggaplah dia manusia biasa.
Apabila sekali dia melakukan kekhilafan bukan mudah bagi kamu untuk
menerimanya. ...
akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga
ke akhirnya....
Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi...
yang kamu pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain..
Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya.
Kamu akan menyesal.
Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan.....
yang kamu pasti membawa kebaikan kepada dirimu, Menyayangimu, Mengasihimu,
Mengapa kamu berlengah, coba membandingkannya dengan yang lain.
Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain.
Kamu juga yang akan menyesal.
31 Desember, 2008
JIKA
Diposting oleh musa_katumbaba di 12/31/2008 09:51:00 PM
Label: CINTA
16 Desember, 2008
Maaf…. Aku Tidak Tahu Tentang Ibuku
Seorang anak berkata “ibuku sangat cantik”
Anak yang lain bilang “ibuku sangat baik”
Yang lainnya lagi menambahkan “ibuku amat penyayang”
Maaf…. Aku tidak tahu tentang ibuku
Tak pernah sekalipun
Kujumpai dia dalam hidupku
Aku tak pernah tahu
Tentang dirinya sedikitpun
Aku memamang pernah tumbuh dalam dirinya
Mengisap sari pati kehidupan
Selama berbulan-bulan
Melewati proses kelahiran yang menyakitkannya
Tapi…. Maaf aku tidak tahu tentang ibuku
Seorang anak memberikan bunga
Untuk ibunya tercinta
Anak yang lain memberikan gaun yang indah
Di hari ulang tahunnya
Lalu yang lainnya lagi memberinya Kecupan
Tapi aku tidak tahu harus memberikan apa
Dia mungkin sangat cantik
Dia mungkin sangat baik
Dia mungkin juga
Dia sangat penyayang
Tapi apa yang bisa kukatakan
Untuk mengungkapkan perasaanku
Bahwa aku menyayanginya
Bahwa aku membutuhkan dirinya
Bahwa aku menginginkan dekap dan
Ciumnya juga
Apakah ibu bisa tahu
Tentang perasaanku
Meski selama ini
Dia tak pernah ada bersamaku
Diposting oleh musa_katumbaba di 12/16/2008 06:17:00 AM
Label: CINTA
10 Desember, 2008
SAHABAT
Sewaktu kita duduk di taman kanak-kanak, kita berpikir kalau seorang teman yang baik adalah
teman yang meminjamkan krayon warna merah ketika yang ada hanyalah krayon warna hitam.
Di sekolah dasar, kita lalu menemukan bahwa seorang teman yang baik adalah
teman yang mau menemani kita ke toilet, menggandeng tangan kita sepanjang koridor menuju kelas,
membagi makan siangnya dengan kita ketika kita lupa membawanya.
Di sekolah lanjutan pertama, kita punya ide kalau seorang teman yang baik adalah teman yang
mau menyontekkan PR-nya pada kita, pergi bersama ke pesta dan menemani kita makan siang.
Di SMA, kita merasa kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mengajak kita
mengendarai mobil barunya, meyakinkan orang tua kita kalau kita boleh pulang malam sedikit,
mau mendengar kisah sedih saat kita putus dari pacar,
Di masa berikutnya, kita melihat kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu ada
terutama di saat-saat sulit kita, membuat kita merasa aman melalui masa-masa seperti apapun,
meyakinkan kita kalau kita akan lulus dalam ujian sidang sarjana kita.
Dan seiring berjalannya waktu kehidupan, kita menemukan kalau seorang teman yang baik adalah
teman yang selalu memberi kita dua pilihan yang baik, merangkul kita ketika kita menghadapi masalah yang menakutkan,
membantu kita bertahan menghadapi orang-orang yang hanya mau mengambil
keuntungan dari kita, menegur ketika kita melalaikan sesuatu, mengingatkan ketika kita lupa, membantu meningkatkan percaya diri kita,
menolong kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik, dan terlebih lagi... menerima diri kita apa adanya...
Diposting oleh musa_katumbaba di 12/10/2008 06:36:00 AM 0 komentar
Label: CINTA
04 Desember, 2008
Tentang Cinta
Apakah kita harus selalu membohongi diri hanya untuk memberi kebahagiaan semu buat orang yang mencintai kita? Apakah kita bisa bahagia dengan cinta yang dipaksakan? Apakah cinta juga harus berbalas dengan kesamaan rasa? Cinta bukan sesuatu yang baku, dia bisa datang dan pergi ke manapun dia mau dan dia tidakbisa dipaksa maupun memaksa.
Bahwa ada luka karena cinta, bahwa ada sakit karena cinta. Tak lebih karena kita sendiri yang membuatnya. Kita lupa bahwa cinta bukanlah nafsu, cinta bukanlah cara, cinta bukanlah aturan, tapi cinta adalah rasa. Dia bisa berubah kapan pun dan menjelma menjadi bentuk apapun. Kita yang sering tenggelam terlalu jauh dalam rasa itu sendiri.
Yang perlu dan yang penting juga diingat dunia ini judulnya sementara. Semuanya serba sementara, termasuk cinta. Kalau kita berharap bisa memiliki seseorang seutuhnya dan selamanya maka siapkan hati kalau sewaktu-waktu dia dipanggil yang maha kuasa dan kalau sudah begitu yakinlah cinta akan terkikis dengan sendirinya dan tergantikan dengan yang lain walaupun memori kenangan lama tidak akan pernah terhapus.
Kalau kita mengharapkan rasa cinta seseorang hanya untuk kita saja, maka siapkan hati untuk kecewa, karena di dunia ini tidak hanya ada kita dan dia. Di luar sana ada orang tuanya, kakaknya, adiknya, temannya, sahabatnya, berjuta wanita yang lebih baik, berjuta pria yang lebih tampan, dan berjuta orang asing yang sama-sama ingin mencintai dan dicintai.
Semua orang pernah patah hati, semua orang pernah kecewa, pernah merana, pernah menangis karena cinta, tetapi coba pikirkan lagi untuk apa kita kecewa, merana dan menangis jika pada kita akan menjadi bagian dari masa lalu? Bukankah lebih baik kita menikmati saja rasa yang hanya terjadi saat ini?
Semua orang ingin dan berhak untuk bahagia, tinggal bagaimana kita mencari dalam diri kita sendiri. Bahagia tidak dari siapa orang yang kita cintai, alasan kita mencintainya, dan bagaimana kita mencintainya, tetapi dari keberanian kita untuk memutuskan mencintai seseorang tanpa pamrih apa-apa. Coba rasakan ketika kita melihat senyum di bibir orang yang kita cintai, ketika melihat tawa yang terurai darinya, ketika dia bahagia dengan apa yang dia dapat meski bukan kita yang membuat semua itu, tetapi kita pasti ikut bahagia. Kalaupun kita ikut menangis diatas kebahagiaannya, itu pasti karena kita mencintai untuk bisa memilikinya. Yang bisa memiliki hanya satu, yang maha memiliki juga hanya satu, dia yang ada di atas Arasy. Jadi jangan pernah berharap kita juga bisa ikut memilikinya.
Bahagia bukan takdir, tapi dia adalah pilihan. Kita bisa memilih untuk bahagia jika kita memutuskan mencintai untuk membahagiakannya. Begitu pula rasa sedih, kecewa, sakit hati, merana, marah semua adalah pilihan. Saat kita kecewa dan sakit hati, kebanyakan dari kita berfikir bahwa kita mencintai orang yang salah. Tetapi sebenarnya tidak seperti itu, kita hanya salah dalam memilih dan memutuskan untuk mencintainya. Karena Allah SWT tidak pernah salah menentukan siapa-siapa saja orang yang akan hadir di dalam kehidupan kita.
Hidup hanya sebentar, tidak ada yang abadi dan semua ada batas waktunya. Cinta hadir bukan untuk dimiliki, tetapi dia dititipkan di dalam hati untuk bisa diberi kepada yang lain agar hidup senantiasa berseri. Dia akan menyediakan saat yang tepat dimana kita menyadari bahwa kita juga dicintai……
Diposting oleh musa_katumbaba di 12/04/2008 05:24:00 AM 2 komentar
Label: CINTA